Mekanisme Perdagangan
Produk komoditi
Berdasarkan keppres yang telah diterbitkan (No 12 tahun 1999, No 73 tahun 2000, No 119 tahun 2001, telah ditetapkan 22 komoditi, yaitu : kopi, minyak kelapa sawit, plywood, karet, kakao, lada, gula pasir, kacang tanah, kedelai, cengkeh, ikan, udang, bahan baker minyak, gas alam, tenaga listrik, batu bara, timah, pulp & paper, benang semen dan pupuk. Tentu saja cakupan komoditi dapat diperluas tergantung pada kajian dan memang dibutuhkan oleh dunia usaha, karena bursa didirikan untuk kepentingan dunia usaha.
a. Instrumen Derivativ
Berbeda dengan pasar keuangan tradisional, yang mempertemukan pihak defisit dan pihak surplus, pasar derivatif cenderung mempertemukan pihak hedger yang ingin melindungi nilai aktivanya dari resiko perubahan harga (kerugian kemerosotan nilai aktiva milik hedger) sebab untuk itu ia di bayar. Pembayaran dapat dalam bentuk premi maupun dalam bentuk keuntungan lainya.
Penggunaan instrument derivatif sebagai alat mengendalikan resiko dampak dari globalisasi ekonomi dan integrasi keuangan dunia ditambah pula dengan peningkatan volatility atau pasar keuangan yang berfluktuasi, kegagalan the Bretton Woods System di dalam mematok nilai uang berdasarkan cadangan emas yang di miliki suatu negara, dan kemunculan kurs mata uang mengambang telah menimbulkan resiko kurs yang amat sangat kejam yang melanda seluruh dunia.
Meningkatnya volatility pasar internasional telah mendorong penggunaan instrument derivatif di dalam pengendalian resiko keuangan. Manajemen resiko sesungguhnya merupakan fokus utama kegiatan-kegiatan di pasar derivatif, yang dapat di gunakan oleh para pelaku untuk mengurangi berbagai macam resiko, resiko yang di hadapi tidak sebatas resiko kurs tetapi juga resiko pergerakan harga komoditi, tingkat suku bunga, harga saham, serta resiko saling hubungan antara resiko yang satu dengan resiko yang lain. Berbagai instrument derivatif bermunculan seperti kontrak berjangka untuk faktor produksi pertanian, misalnya derivatif untuk pupuk dan untuk pencegahan kerusakan lingkungan hidup.
Adanya instrument derivatif memungkinkan berbagai partisipan untuk melindungi nilai aktiva yang dimilikinya dari resiko kerugian akibat kemerosotan nilai hanya sampai pada batas toleransi yang di inginkan atau di rencanakan. instrument derivatif memungkinkan para investor atau hedger bisa memilah-milah resiko. Jika sanggup, dia akan menaggung sendiri resiko yang dapat di tahan, dan jika tidak sanggup dia akan memindahkanya pada pihak lain yang bersedia menanggung resiko.Perusahaan-perusahaan yang bergerak antar lintas negara atau perusahaan multi nasional sangat menyadari bahwa mereka tidak mungkin menjalankan usahanya dengan baik tanpa perlindungan dari resiko suku bunga, dan tanpa membentengi dirinya dari resiko perubahan haga bahan baku usahanya, adanya instrument derivatif memungkinkan perusahaan tersebut melindungi dirinya dari berbagai macam resiko fluktuasi harga, dan lebih memusatkan perhatianya hanya pada usaha utamanya.
Derivatif adalah semacam kendaraan keuangan yang diturunkan dari induknya apakah induknya itu aktiva keuangan saham atau obligasi, komoditi, atau berbagai macam indeks seperti IHSG, LQ45, S&P500, Nikkei, Hangseng, Kospi, Nasdaq, Dow jones dan lain sebagainya, jadi induk derivatif adalah berbagai aktiva keuangan, berbagai macam komoditi dan berbagai macam indeks. Derivatif juga dapat dikelompokan dalam forward contract, futures contract, option contract, swap contract, atau kombinasi dari berbagai kontrak-kontrak tersebut. Semua instrument derivatif adalah kontrak antara dua pihak pembeli dan penjual yang di dalam kontraknya berbagai hal telah disepakati bersama sekarang, tetapi realisasinya atau pelaksanaan hal tersebut adalah nanti pada tanggal tertentu di masa yang akan datang.
Future Contracts
Kontrak berjangka adalah perjanjian atau kesepakatan untuk membeli atau menjual aktiva tertentu pada saat tertentu dengan atau pada harga tertentu dalam kurun waktu tertentu di masa yang akan datang.
Kontrak berjangka (future contrac) sebagai instrument derivatif di perdagangkan di berbagai bursa di dunia barat maupun dunia timur. Dua terbesar di Amerika Serikat adalah the Chicago Board of Trade (www.cbot.com) dan the Chicago Mercantile Exchange (www.cme.com). Dua terbesar di Eropa adalah the London International Financial Future and Option Exchange (www.liffe.com) dan eurex (www.eurexchange.com). Bursa lain yang cukup besar adalah Bolsa de Mercadorias Futuros Exchange (www.bmf.com.br) di Sao Paulo, the Tokyo Internetional Financial Futures Exchange (www.tiffe.or.jp), the Singapore International Monetary Exchange (www.simex.com.sg) dan the Sidney Futures Exchange (www.sfe.com.au). Perdagangan berjangka adalah contoh dari future contrat.
Forward Contracts
Kontrak penyerahan kemudian (forward contrac) hampir sama dengan kontrak berjangka (futures), yakni sama-sama merupakan kesepakatan antara dua pihak untuk membeli dan menjual aktiva yang dilakukan pada tanggal tertentu di masa yang akan datang pada harga tertentu yang telah di sepakati pada saat kontrak di tanda tangani. Tapi futures di perdagangkan di bursa yang terorganisir sementara forward contracts diperdagangkan di luar bursa atau over the counter market.
Option Contracts
Kontrak opsi pada dasarnya dibedakan atas dua macam , yaitu calls, sebagai hak beli dan puts sebagai hak jual. Pembeli call atau pemilik call memiliki hak membeli aktiva tertentu pada harga tertentu pada tanggal tertentu pada masa yang akan datang. Sebaliknya pembeli put atau pemilik put adalah memiliki hak menjual aktiva tertentu pada harga tertentu di masa yang akan datang.
Harga dalam kontrak tersebut disebut strike price atau exercise price, dan tanggal pada kontrak tersebut expiration date atau maturity date. Gaya opsi ini ada dua, yaitu gaya Eropa dan gaya Amerika. Opsi Eropa dapat di exercise hanya persis pada tanggal jatuh tempo, sedangkan opsi Amerika Serikat dapat di exercise kapan saja sepanjang hidup opsi atau selama opsi belum jatuh tempo maupun persis pada tanggal jatuh tempo.
Swaps Contracts
Swap adalah kesepakatan antara dua pihak (perusahaan) untuk saling mempertukarkan arus kas di masa tertentu (selama kurun waktu tertentu) yang akan datang. Dalam kesepakatan di tentukan secara spesifik tanggal pembayaran tunai dan cara menghitung jumlah tunai yang akan saling di pertukarkan (dibayarkan masing-masing pihak). Biasanya di dalam perhitungan telah di pertimbangkan nilai yang akan datang, tingkat bunga, kurs mata uang, dan variable-variabel lainya yang relevan.
Berbeda dengan pasar keuangan tradisional yang menghubungkan pihak–pihak devisit dengan pihak yang surplus, empat macam pasar keuangan derivatif diatas adalah menghubungkan pihak-pihak hedger dengan pihak speculator.
Misalkan: manajer reksadana professional mengumpulkan dana masyarakat, dan kemudian menginvestasikan dana tersebut pada berbagai macam aktiva keuangan, instrument pasar uang, instrument pasar oblgasi, instrument pasar saham, dan instrument pasar hipotik, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Investasi tersebut tidak lepas dari berbagai macam resiko.
Resiko tersebut mungkin dalam bentuk resiko tingkat bunga, resiko perubahan kurs mata uang, dan resiko perubahan variable-variabel lainya. Oleh karena itu untuk melindungi reksadanaya dari kemerosotan nilai, atau untuk mencegah nilai aktiva bersih reksadana yang di kelolanya mengalami depresiasi sampai melewati ambang batas toleransi, para manager reksadana professional dapat menggunakan pasar derivatif.
Pada sisi lain terdapat kelompok spekulator yang senang dengan resiko yang bersedia menanggung resiko yang telah di perhitungkanya dan akan menguntungkan dirinya. Jadi, pasar derivatif pada intinya adalah mempertemukan pihak hedger (pihak yang melindungi nilai aktivanya) dengan pihak speculator yang bersedia menaggung resiko. Jelas pasar derivatif berbeda dengan pasar keuangan tradisional.


